TUGAS DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
“Nama-nama Hama Perusak Tanaman dan Cara Pengendaliannya”
OLEH:
IMAM SUROSO (03720033)
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2006
1. PRATYLENCHUS
Terdapat delapan spesies nematoda luka akar Pratylenchus yang dilaporkan menyerang Musa spp. Di seluruh dunia. Diantara dua spesies tersebut hanya dua spesies yang relative tersebar luas dan dikenal sebagai hama yang merusak, yaitu P coffeae dan P.goodeyi.
A. Gejala Kerusakan
Nematoda luka akar menyebabkan gejala kerusakan mirip dengan yang di sebabkan oleh R.similis yaitu tanaman menjadi kerdil, stadium vegetatif lama, ukuran dan jumlah daun berkurang, berat tandan menurun serta lama produktivitas kebun berkurang, dan akhirnya batang tanaman pisang dapat tumbang. Akar pisang menjadi bintik violet, biru sampai kecoklatan, selanjutnya berwarna coklat sampai hitam dan akar mati. Dan pisang yang terserang tampak kekuningan, terutma pada kondisi kering.
Akar yang terserang berat oleh P.coffeae tardapat banyak nekrosis yang berwarna hitam atau lembanyung pad epedermis dan jaringan kortek dan sering diikuti busuk sekunder serta akar menjadi rusak.
Dikepulaun kanari P.goodeyi masuk kedalm jaringan parenkhim korteks akar pisang dan menimbulkan bercak kecil memanjang dan berwarna merah kecoklatan. Jaringan yang mendapat serangan tersebut meluas dan akhirnya menjadi satu, dengan demikian sebagaian besar parenkhim korteks hancur dan sangat menganggu fungsi akar.
B. Cara Hidup Dan Penyebaran:
Nematoda luka akar tersebut juga dapat menyerang kormus, dengan demikian penyebaran dapat terjadi dengan jalan yang sama seperti yang dikemukakan R.semilis
C. Tanaman Inang:
Tanaman pisang, tebu
D. Cara Penegendalian:
Menggunakan sejumlah besar mulsa untuk mendorong pertumbuhan akar dan dengan menopang batang tanaman pisang yang berbuah. Secara kimiawi dapat dilakukan dengan Furadan 3G yang ditaburkan di sekitar tanaman.
E. Arti penting:
Nematoda ini merupakan nematoda parasitik utama pada tanaman tebu, contoh terdapat di Panama dan merupakan salah satu hama utama pada tanaman tebu di Indonesia. Arti penting secara ekonomi dari Pratylenchus pada pertanaman tebu hanya diungguli oleh spesies dari genus Meloidogyne.
2. AGROTIS spp
A. Karateristik:
Agrotis spp,. telur biasanya diletakkan pada batang atau tumbuhan liar. Ulatnya berwarna hitam. Pada siang hari sembunyi dibawah permukaan tanah, dan aktif pada malam hari. Lama stadia larva bervariasi antara dua minggu sampai lima bulan. Pupanya berada pada bebrapa inchi dibawah permukaan tanah dengan lama pupa 1-8 minggu.
B. Tanaman Inang:
Tanaman jeruk, kentang.
C. Pengendalian:
Mencari ulat di bawah pemukaan tanah di sekitar tanaman yang telah rusak. Penaburan insektisida tanah, misal Furadan 3G disekitar tanaman. Beberapa musuh alami diantaranya Apanteles rufricus, triyaxyz brauri, Caphocera varis dan jamur Botrytis dan Metarrhizium.
D. Arti Penting:
Dikenal sebagi ulat tanah, merusak terutama pada saat pembibitan dengan memotong batang tanaman. Menyebabkan gagal tunas. Menyebabkan kerugian akibat serangan yang tinggi.
3. DIAPHORIA CITRI
A. Karakteristik:
Diaphoria citri, nimfanya pipih dijumapi pada daun, sering menyebabkan yang berarti. Dewasanya terdapat berbagai bintik pada sayapnya. Betinanya dapat menghasilkan telur sangat banyak, lebih dari 800 butir. Dewasanya dapat hidup sampai 6 bulan. Serangan hama ini adalah dengan cara menghisap cairan pada daun.
B. Tanaman Inang:
Tanaman jeruk
C. Pengedalian:
Populasi terkendali secara alami. Musuh alaminya diantaranya parasit Psyllaephagus sp. Apabila populasi tinggi dapat dilakukan penyemprotan dengan Curacron 500EC, Perfekthion 400EC, Supracide 40EC.
D. Arti Penting:
Menyebabkan kerusakan yang berarti khususnya pada daun jeruk, Sehingga mempengaruhi pertumbuhan jeruk. Kerugian akan hasil buah jeruk yaitu hasil menurun.
4. HELOPELTIS SPP.
A. Karateristik:
Helopeltis spp Nimfa dan kepik dewasa menghisap cairan bagian tanaman yang mati muda seperti daun dan buah. Ukuran telurnya 1,5 mm diletakan dengan car ditusukan pada jaringan tanaman. Mas inkubasi 5-7 hari. Nimfa dan kepik dewasa warnanya berfariasi, hijau atau kuning kehitaman dan kuning oranye. Mengalami 5 kali instar. Kepik dewasa panjangnya berkisar 6,5-7,5 mm dengan kemampuuan bertelur sampai 18 butir. Serangan hama ini adalah menghisap cairan tanaman.
B. Tanaman Inang:
Tanaman jeruk
C. Pengendalian:
Populasi biasanya terkendali oleh musuh alami. Beberapa musuh alami diantaranya berupa parasit adalah Euphours helopstis, Erythmelus helopetis, dan sebagainya predator adalah Sycanus leucomesus, Isyndrus sp. Dan Cosmolestus picticeos. Apabila populasi tinggi dapat di lakukan insektisida misal Lannate 25 WP, Atabron 50EC.
D. Arti penting:
Mengurangi penurunan hasil buah, sehingga menyebabkan kerugian besar apabila serangan hama ini tidak dapat dikendalikan.
5. TYLENCHULUS
A. Karakteristik:
Nematoda Tylenchulus semipenetrans Cobb. Bentuknya serupa cacing, hidupnya pada akar tanaman, serangannya ditandai adanya pembengkakan. Nematoda ini sangat peka dengan kondisi yang sangat kering, diantaranya dapat hidup pada tanah tandus.
B. Tanaman Inang:
Tanaman Sitrus, tebu.
C. Gejala Kerusakan:
Nematoda ini merusak jaringan akar yang menyebabkan distorsi dan rusaknya sel-sel jaringan, perkembangan akar terpengaruh yaitu akar primer menjadi tumpul dan berubah bentuk dengan sedikit akar lateral. Serangannya dapat mengakibatkan timbulnya luka berwarna merah kecoklatan atau secara umum terjadi perubahan warna sebagai akibat infeksi sekunder oleh bakteri dan jamur.
D. Pengendalian:
Secara kimiawi dapat dilakukan dengan menabur Furadan 3G, Vapam dan Hostathion 40EC.
E. Arti penting:
Menyebabkan kerugian penuruna hasil dan produksi tanaman.
6. ALEURODICUS DESTRUCTOR MASK
A. Karakteristik:
Aleurodicus destructor Mask., telurnya diletakkan dalam bentuk membulat. Berwarna putih-mengkilat, panjang sekitar 2 mm, menetas dalam waktu 4 hari. Nimfa muda segera menghisap bagian tanaman yang dekat dengan telur itu berada .Perkembangannya sekitar 45-50 hari. Perkembangbiakannya biasanya terjadi pada musim kemarau. Serangan hama ini adalah dengan cara menghisap
B. Tanaman Inang:
Tanaman srikaya, sirsat. palma, mulwa, pisang, lada
C. Pengendalian:
Populasi terkendali secara alami. Musuh alaminya di antaranya adalah Encarsia, Tetrastichus, Scymus, dan Coccinella.
D. Ari Penting:
Kerugian daun menjadi berbercak-bercak kuning, bercendawan jelaga kering dan akhirnya mati. Apabila serangan hebat, pembungaan berhenti dan buahnya rontok sebelum waktunya masak.Menyebabkan penurunan produksi akibat serangan hama ini.
7. PHYLLOCNITIS CITRELLA (ST)
A. Karakteristik:
Phyllocnitis citrella (St)., ulatnya merusak daun. Apabila menyerang daun muda, daun tidak dapat tumbuh dan tampak menggulung. Pupanya sering dijumpai pada gulungan tepi daun dalam bentuk kokon. Telurnya diletakkan secara terpisah pada daun kecil.
B. Tanaman Inang:
Tanaman jeruk
C. Pengendalian:
Populasinya terkendali secara alami. Beberapa musuh alami dapat menekan populasi hama ini, diantaranya Agenispis tergolong parasit yang aktif. Apabila populasinya tinggi dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida Buldok 25EC, Lebaycid 500Ec, Supracid 40EC, dan Tamron 200LC
D. Arti Penting:
Akibat kerusakan daun yang disebabkan ulat ini, menyebabkan kerugian akan hasil yang didapat.
8. MYZUS
A. Karakteristik:
Myzus spp. Menghisap cairan daun dan bagian tanaman lain yang masih muda. Kutu ini menghasilkan cairan yang mengandung madu. Bagian tanaman yang terkena cairan ini akan ditumbuhi jamur. Kutu ini dapat sebagai perantara lebih 90 jenis virus penyakit tanaman. Warna kutu ini bervariasi, kuning, hijau, dan keunguan. Perkembangbiakannya secara partenogenesis. Mengalami paling tidak 4 kali instar sebelum menjadi dewasa. Lama hidup dapat sampai dua bulan.
B. Tanaman Inang:
Tanaman jeruk
C. Pengendalian:
Populasi terkendali secara alami. Beberapa musuh alami berasal dari famili Syrphidae, Coccinellidae dan bangsa Hymenoptera serta cendawan. Apabila populasi tinggi dapat dilakukan penyemprotan Perfekthion 400EC, Supracide 40EC, Orthene 75SP.
D. Arti Penting:
Menyebabkan kerugian ekonomis yang disebabkan kerusakan daun sehingga penurunan hasil buah tanaman menurun. Apabila menyerang tanaman muda dapat menyebabkan kerugian yang berarti.
9. PHILOTROCTIS
A. Karakteristik:
Philotroctis eutraphera Myer. Merupakan penggerek, terkadang juga menggerek tangkai buah dan cabang. Larvanya berwarna violet kemerahan, selanjutnya berwarna biru gelap mendekati stadia pupa. Pupa dijumpai dalam bentuk kokon di tanah. Lama hidup ngengat 6-7 hari. Ngengat betin mampu bertelur 125-450 butir, yang diletakkan pada permukaan buah atau tangkai buah. Perkembangannya sekitar 25 hari. Buah-buahan muda dapat gugur karena serangga hama ini.
B.Tanaman Inang:
Buah mangga yang masih muda.
C. Pengendalian:
Populasinya biasanya terkendali secara alami. Apabila mungkin paling aman apabila buah dikerodong dengan kertas bekas pembungkus semen.
D. Arti Penting:
Menyebabkan kerusakan buah, sehingga menyebabkan penurunan produksi.
10. SPODOPTERA
A. Karakteristik:
Spodoptera spp., dahulu nama ilmiahnya Prodenia. Larvanya merusak daun. Ngengat ini berwarna kecoklatan dengan sayap depan berwarna keperakan. Telurnya tertutup oleh beludru yang yang berwarna coklat. Telur diletakkan berkelompok, jumlah telur berkisar 25-500 butir. Masa inkubasi sekitar 3 hari. Larva muda berwarna kehijauan, selanjutnya berubah menjadi hitam keclokatan. Larva mengalami 5 kali instar dengan lama stadia 20 – 46 hari. Menyebabkan kerusakan daun. Pupa biasanya berada di tanah dengan lama stadia 8 – 11 hari. Total perkembangan 30 – 61 hari.
B. Tanaman Inang:
Tanaman jeruk
C. Pengendalian:
Secara mekanis dengan mengambil telur, atau gerombolan ulat dengan memetik daunnya Beberapa musuh alami di antaranya. Perilampus naseotus, Apanteles, Podomya dan Harpactor.
D. Arti Penting:
Sangat merugikan tanaman jeruk akibat perusakan terhadap daun sebagi makanan larva ini, sehingga mempengaruhi pertumbuhan
11. TETRANYCHUS
A. Karakteristik:
Tetranychus urticae, bersifat poligafus dan merupakan hama penting apada apel. Betinanya berwarna hijau kekuningan dengan bintik besar gelap pada bagian punggung samping. Telurnya berwarna putih. Betinanya mengalami diapause, berwarna oranya tanpa bintik gelap.
B. Tanaman Inang:
Buah Apel
C. Pengendalian:
Populasi terkendali secara alami. Musuh alaminya yang berasal dari bangsa Hemiptera adalah Harpactor, dari Neuroptera adalah Hemerobiidae, sedangkan yang berasal dari Diptera adalah Syrphidae dan Cecidomyiidae. Apabila populasi tinggi dapat dikendalikan dengan pestisida Omite 570EC.
D. Arti Penting:
Menyebabkan kerugian pada tanaman apel, gagal buah, daun cepat gugur (mati). Kerugian secara ekonomi dari penuruna hasil produksi jika serangan dalam jumlah besar.
Daftar Pustaka
Anonymous. 2006. Serangga Perusak Tanaman. www.agrolink.moa.my. Diakses tanggal 26 Desember 2006.
Anonymous. 2005. Invertebrata. www.iptek.net.id.com. Diakses tanggal 26 Desember 2006.
Luc, Michael, dkk. 1988. Nematoda Parasitik Tumbuhan: Di Pertanian Subtropik dan Tropik. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Sudarmo, Subiyakto. 1995. Pengendalian Serangan Hama Tanaman Buah-buahan. Kasinius. Yogyakarta
DAFTAR ISI
1. PRATYLENCHUS ______________________________________________1
A. Gejala Kerusakan _________________________________________1
B. Cara Hidup Dan Penyebaran ________________________________2
C. Tanaman Inang ___________________________________________2
D. Cara Penegendalian _______________________________________2
E. Arti penting ______________________________________________2
2. AGROTIS Spp _________________________________________________3
A. Karateristik ______________________________________________3
B. Tanaman Inang___________________________________________ 3
C. Pengendalian_____________________________________________ 3
D. Arti Penting______________________________________________ 3
3. DIAPHORIA CITRI ____________________________________________4
A. Karakteristik _____________________________________________4
B. Tanaman Inang ___________________________________________4
C. Pengedalian _____________________________________________4
D. Arti Penting ______________________________________________4
4. HELOPELTIS SPP _____________________________________________4
A. Karateristik _____________________________________________4
B. Tanaman Inang ___________________________________________5
C. Pengendalian _____________________________________________5
D. Arti penting ______________________________________________5
5. TYLENCHULUS _______________________________________________5
A. Karakteristik _____________________________________________5
B. Tanaman Inang ___________________________________________6
C. Gejala Kerusakan __________________________________________6
D. Pengendalian ____________________________________________6
E. Arti penting _____________________________________________6
6. ALEURODICUS DESTRUCTOR MASK __________________________6
A. Karakteristik _____________________________________________6
B. Tanaman Inang ___________________________________________7
C. Pengendalian _____________________________________________7
D. Ari Penting _______________________________________________7
7. PHYLLOCNITIS CITRELLA (ST) _______________________________7
A. Karakteristik _____________________________________________7
B. Tanaman Inang ___________________________________________7
C. Pengendalian _____________________________________________8
D. Arti Penting ______________________________________________8
8. MYZUS_______________________________________________________ 8
A. Karakteristik _____________________________________________8
B. Tanaman Inang ___________________________________________9
C. Pengendalian _____________________________________________9
D. Arti Penting ______________________________________________9
9. PHILOTROCTIS _______________________________________________9
A. Karakteristik _____________________________________________9
B.Tanaman Inang ___________________________________________10
C. Pengendalian ____________________________________________10
D. Arti Penting _____________________________________________10
10. SPODOPTERA ______________________________________________10
A. Karakteristik ____________________________________________10
B. Tanaman Inang __________________________________________10
C. Pengendalian ___________________________________________11
D. Arti Penting _____________________________________________11
11. TETRANYCHUS _____________________________________________11
A. Karakteristik ____________________________________________11
B. Tanaman Inang __________________________________________12
C. Pengendalian ____________________________________________12
D. Arti Penting _____________________________________________12
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar